Hai readers, terima kasih sudah meluangkan waktu
untuk membuka dan membaca blog
saya. Ini adalah pengalaman pertama saya menulis dan
membagikan tulisan saya di blog. Saya membaca kontes blog “Bagaimana AirAsia
Mengubah Hidupmu” dalam perjalanan KL-JKT baru-baru ini, tema yang sangat tepat dengan apa yang saya
alami bersama AirAsia. Berikut ini adalah tulisan saya, semoga bisa menginspirasi
anda untuk menemukan
pengalaman seru versi anda bersama AirAsia.
Saya terlahir di pulau Bangka Belitung yang terkenal indah dengan pantainya. Sejak
kecil saya mempunyai rasa keingin tahuan yang sangat tinggi, bahkan membuka peta buta dan membaca buku tentang dunia adalah hobi saya. Waktu kecil, impian saya
adalah berkeliling dunia. Tetapi, terlahir di keluarga yang sederhana
mengubur keinginan saya. Semakin dewasa, saya menyadari bahwa kondisi
keuangan keluarga saya tidak memungkinkan untuk itu. Selain saya adalah anak
pertama dari 5 bersaudara, ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa dan ayah
hanya bekerja sebagai buruh harian.
Ketika
lulus SMK saya ingin
bekerja sehingga tidak memberatkan orang tua, tetapi keberuntungan berpihak kepada saya. Saya bisa kuliah dengan
fasilitas beasiswa di salah
satu universitas ternama
di Jakarta atas rekomendasi Guru di sekolah saya. Mungkin terdengar berlebihan, tetapi waktu itu saya sangat bahagia
karena saya bisa melihat kota lain selain tempat tinggal saya.Di
masa ini saya hanya bisa ngiler melihat teman-teman kuliah bolak balik luar
negri di liburan semester.
Keinginan untuk jalan-jalan ke luar negri muncul kembali ketika saya bekerja, saat itu selain bekerja saya juga menjalankan Multi Level Marketing. MLM ini menawarkan jalan-jalan ke luar negri gratis yang sangat mewah jika kita mencapai level tertentu. Saya pun mencari-cari di internet dan harga-harga paket perjalanannya sangat tinggi, tetapi niat saya untuk melihat bagian dunia lain rasanya sudah tidak tertahankan.
Keinginan untuk jalan-jalan ke luar negri muncul kembali ketika saya bekerja, saat itu selain bekerja saya juga menjalankan Multi Level Marketing. MLM ini menawarkan jalan-jalan ke luar negri gratis yang sangat mewah jika kita mencapai level tertentu. Saya pun mencari-cari di internet dan harga-harga paket perjalanannya sangat tinggi, tetapi niat saya untuk melihat bagian dunia lain rasanya sudah tidak tertahankan.
Suatu hari, di
tahun 2010 saya lupa kapan tepatnya, saya pergi ke toko buku, perhatian
saya tertuju kepada satu buku dengan label “populer” berjudul Naked
Traveler, judulnya yang
unik menggugah rasa keingintahuan saya. Seperti ditunjukkan jalan, disini
mata saya terbuka . Ternyata jalan-jalan itu tidak perlu mahal dan tidak melulu
harus melalui tur. Dari sinilah
saya mengenal AirAsia, bisa
dibilang telat 6 tahun dari sejak Airasia ada di Indonesia. Saya mulai
menjelajah internet dan tahu jika
ada promo, tiket pesawat ke luar negri bisa sangat murah, bahkan lebih murah
dibandingkan tiket pulang kampung saya :D.
Sejak saat itu saya mulai rajin membuka web AirAsia. Karena saya beragama Buddha, saya selalu
bermimpi untuk pergi ke PutuoShan, China. Tempat ini merupakan salah satu
tempat ziarah bagi umat Buddha seperti Yerusallem untuk umat Kristen atau
Mekkah untuk umat Islam. Saya putuskan untuk memberanikan diri, kalau tidak
sekarang kapan lagi pikir saya waktu itu. Saya mengajak teman-teman dan mereka
sepakat saya yang mengatur dan mempersiapkan perjalanan. Mereka mengusulkan
berbagai tempat untuk didatangi. Karena tujuan utama kami ke Putuoshan, kami
mencari tempat-tempat yang tidak jauh dari tujuan utama, diputuskanlah untuk pergi
ke 4 kota, yaitu Shanghai, Zhu Ji, Putuoshan dan Hangzhou. Akhirnya di tanggal
2 Februari 2012, saya membeli tiket promo airasia untuk penerbangan ke China,
tiket Jakarta-Hangzhou pulang pergi langsung dipesan. Kami putuskan untuk
berangkat tanggal 13-23 September, untuk tiket PP kami mendapat harga 2,6
juta. Fix kami berangkat berdelapan. Kami sepakat untuk pergi ke China
dengan cara bacpacker, artinya disana tanpa agen perjalanan, tanpa hotel
mewah dan kemana-mana menggunakan transportasi umum. Menurut saya persiapannya
tidak kalah seru dari perjalanan itu sendiri. Dari buku Naked Traveler
saya mempelajari bahwa persiapan adalah elemen yang sangat penting. Selain
mencari sendiri tempat tujuan wisata, awalnya kami mencari agen
perjalanan China melalui internet. Saya menginformasikan kota yang kami
tuju, sehingga mereka bisa memberikan rute, tempat-tempat wisata dan
transportasi terbaik antar kota. Persiapan 8 bulan merupakan waktu yang cukup
untuk berburu hostel nyaman tapi ekonomis di 4 kota, tiket kereta, tempat-tempat
wisata, belajar peta, makanan favorit, hingga ke kebiasaan setempat. Kami
memastikan rute kami adalah Shanghai-Putuoshan-Zhu Ji dan berakhir di Hangzhou.

Di empat kota ini kami seperti tidak mengenal lelah,
seakan-akan tidak mau rugi semua tempat kami jelajahi . Banyak
kejadian-kejadian lucu dan tidak terlupakan kami alami. Kekalapan kami
berbelanja di Shanghai padahal hanya membawa koper kecil, alhasil semua
kerepotan karena kami masih harus berjalan ke tiga kota lagi. Tidak tahannya
kami terhadap joroknya toilet China, terutama di tempat-tempat umum.
Serunya berbelanja di pasar-pasar tradisional China, kami menggunakan kalkulator
untuk menawar dan menunjukkan harga. Wajah
kebingungan kami ketika berada di restoran China, berkomunikasi
menggunakan gambar dan mencari kata-kata di google. Kerepotan salah satu teman kami yang harus membawa kursi
portabel kemana-mana karena istrinya hamil, apalagi sang istri bersikeras
mengikuti kemana pun kami pergi, dan kejadian terakhir yang tidak pernah terlupakan
adalah ketika kami memesan mobil dari Hostel di Hangzhou menuju bandara. Kami memesan mobil
yang cukup untuk delapan orang termasuk bagasi, pihak hostel menyetujui
dan mengatakan akan memesan mobil dengan kapasitas 11 orang. Ketika hari pulang
tiba, mobil sewaan datang telat 15 menit dan kami kaget dengan kondisi mobil
yang hanya cukup untuk 8 orang tanpa bagasi dan itupun sempit. Kami sangat
marah tapi apa hendak di kata, karena waktu sudah mepet, kami tidak punya
pilihan lain. Para wanita sempit-sempitan di bangku tengah berempat (termasuk ibu
hamil) dan bagasi dipangkuan para lelaki di bangku belakang, mereka harus
menanggung berat bagasi dan berdesak-desakan hingga 1 jam, sesampai di bandara
semua badan kami sudah tidak bisa diluruskan. Sungguh sebuah perjalanan yang
tidak terlupakan, jika bukan karena tiket murah AirAsia mungkin kami tidak akan
sampai ke China.
Dari perjalanan ini saya berpikir pasti banyak juga mereka yang
mau jalan-jalan ke luar negri tapi tidak punya uang banyak. Hal ini memotivasi
saya untuk membuat tur ekonomis sejenis backpacker
tour, tentunya dengan AirAsia sebagai maskapai penerbangannya. Tiket
biasanya dibeli dengan harga promo dan penerbangan masih 5-6 bulan kedepan,
sehingga mereka bisa mencicil untuk biaya tur. Sampai saat ini saya sudah
mengadakan tur ke Singapura, Bali ( teman kami yang berasal dari Zhu Ji China
akhirnya memutuskan ke Bali bersama AirAsia, mereka membeli sendiri tiket
secara online) dan berikutnya adalah Thailand. Mengadakan tur membuat saya bisa
melihat bagian dunia lain, tetapi saya tidak pergi sendiri melainkan bersama dengan
mereka yang mempunyai keinginan yang sama.
Ketika saya tahu AirAsia
membuat kontes menulis blog ini, saya langsung tertarik dengan hadiah
jalan-jalan ke Nepal, karena disana adalah tempat kelahiran Sang Buddha
Sidharta Gautama, hal inilah yang memotivasi saya menulis untuk pertama
kalinya. Terima kasih AirAsia, selamat ulang tahun yang ke-10 semoga tetap membuat
semua orang bisa terbang bersama AirAsia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar